Pemerintahan
Kepala Desa
Ibu Winarsih
Mengenal Desa Made melalui potensi masyarakat, produk UMKM, warisan budaya, serta Sendang Made sebagai kawasan wisata sejarah, budaya, spiritual, dan ekologis.
Website Desa Made
Profil Singkat
Desa Made berada di Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang. Dokumen Project 2 menyebut Ibu Winarsih sebagai Kepala Desa Made.
Mata pencaharian yang dominan disebut sebagai petani dan pedagang. Desa Made memiliki potensi UMKM, kekayaan budaya dan tradisi, serta kawasan Sendang Made yang menjadi daya tarik utama desa.
Pemerintahan
Ibu Winarsih
Lokasi
Kabupaten Jombang
Mata Pencaharian
Disebut sebagai pekerjaan dominan
Mata Pencaharian
Menguatkan potensi ekonomi lokal
Kawasan Unggulan Desa
Sendang Made merupakan kawasan sumber mata air di Desa Made yang memiliki nilai sejarah, budaya, spiritual, dan ekologis bagi masyarakat setempat.
Asal-usul kawasan ini belum memiliki dokumentasi yang sepenuhnya baku. Menurut cerita tutur masyarakat, Sendang Made dikaitkan dengan perjalanan Raja Airlangga pada masa Kerajaan Kahuripan. Dalam kisah yang berkembang, kawasan ini juga dikenal dengan nama Madukoro atau Madugondo.
Kebutuhan lahir dan batin, penerimaan, serta kelapangan hati.
Keluasan hati, keikhlasan, dan kebermanfaatan bagi lingkungan.
Simbol introspeksi dan mawas diri.
Pentingnya memiliki arah serta tujuan hidup.
Peningkatan kualitas dan derajat kehidupan.
Kemuliaan yang disertai kerendahan hati.
Perlindungan dan kemampuan memberikan manfaat kepada sesama.
Produk Lokal
Produk olahan yang tumbuh dari bahan dan keterampilan masyarakat Desa Made.
Camilan tradisional berbahan irisan tipis umbi gadung. Produksi di Desa Made disebut telah ada sejak 1998, berawal dari ketersediaan gadung di sekitar desa, dan berkembang pesat sekitar 2010.
Kripik berbahan dasar singkong yang diproduksi sejak sekitar 2010. Produk tersedia dalam bentuk mentah atau matang sesuai pesanan dan dikeringkan sekitar dua hari sebelum dikemas.
Warisan yang Terus Hidup
Rangkaian tradisi dan kesenian yang terhubung dengan Sendang Made, penghormatan kepada leluhur, pelestarian alam, dan regenerasi seni.
Prosesi penyucian diri sebelum memulai kiprah sebagai sinden profesional. Rangkaian diawali doa, dilanjutkan kungkum menggunakan mata air Sendang Made, kemudian pertunjukan seni tradisional.
Tradisi turun-temurun untuk menjaga kelestarian, kesucian, dan kebermanfaatan sendang. Dilaksanakan sekitar November melalui pembersihan gotong royong dan ditutup doa atau tasyakuran.
Tarian yang terinspirasi dari sejarah kawasan Sendang Made dan kisah Prabu Airlangga, dengan makna kesucian, pelestarian alam, serta penghormatan terhadap warisan budaya.
Tradisi penghormatan kepada leluhur, khususnya di kawasan Makam Den Bagus, sekaligus ikhtiar memohon keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi warga desa.
Seni tembang Jawa yang tetap hadir dalam kegiatan adat dan pertunjukan budaya. Pelestariannya dilakukan melalui latihan rutin di Sanggar Seni Purnama Laras dengan melibatkan anak-anak.
Informasi Terkini
Berita Desa Made sedang dipersiapkan.